Tersisa Lima Belas Senti
Karso kembali ke kampungnya yang terkubur banjir bandang, hanya menyisakan lima belas senti atap dan kenangan tentang Kakek yang ia tinggalkan.
Karso kembali ke kampungnya yang terkubur banjir bandang, hanya menyisakan lima belas senti atap dan kenangan tentang Kakek yang ia tinggalkan.
Sebuah prosa reflektif tentang siklus kehidupan yang diibaratkan sebagai bulir-bulir hujan, perjalanan, kemungkinan, dan muara yang tak terelakkan.
Ini adalah post pertama saya sebagai pembuka dan perkenalan blogging